Mengenal Jenis Peacock Pheasant

Jenis peacock pheasant adalah ayam hutan dari family phasianidae atau ayam pegar. Mereka tersebar di hutan tropis daerah Asia Tenggara mulai dari India, Burma, Philipine, Malaysia, dan Indonesia. Dinamakan peacock (merak) pheasant karena ayam ini memliki bulu yang memiliki occeli  atau mata bulu seperti burung merak (peafowl). Dengan badan kecil (60-75 cm) dan bulu indah seperti merak, mereka banyak dipelihara dan dikembangkan sebagai hewan peliharaan atau ayam hias. Sebelum memelihara mari mengenal jenis peacock pheasant yang ada di Dunia.

Ciri-ciri Peacock Pheasant

Peacock Pheasant termasuk dalam genus Polyplectron , yang berarti “banyak taji.” Adalah ciri khas dari mereka memiliki satu atau lebih set taji di kaki mereka. Ada delapan spesies peacock pheasant yang dinamai menurut warna dan asalnya. Grey Peacock Pheasant, Germain, Palawan, Mountain  (Rothschild), Hainan, ekor perunggu, Malaya, dan Borneo (Hainan dan Bornean tidak terwakili dalam aviculture AS).

Ayam-ayam ini menghuni berbagai bagian Asia. Oleh karena itu, mereka adalah burung tropis yang membutuhkan panas di iklim utara. Ada variasi yang nyata di antara spesies, tetapi jantan dari masing-masing spesies memiliki ekor berukuran sedang yang ditandai dengan ocelli yang indah. Selama masa birahi mereka memamerkan keindahannya, jantan membuka ekor mereka, seperti burung merak besar yang kita kenal pada umumnya.

Selain ciri khas memiliki bulu indah seperti burung merak, pejantan juga memiliki jambul dikepala. Beberapa spesies berjambul panjang ke depan, namun ada juga yang mengarah ke atas.

Ayam muda terlihat hampir mirip, sangat susah membedakan jenis kelamin mereka saat masih anakan. Di usia 7-9 bulan baru mulai muncul mata bulu pada pejantan. Ukuran pejantan akan lebih besar dibanding betinanya.

Macam-macam Jenis Peacock Pheasant

1. Grey Peacock Pheasant

Grey Peacock pheasant, atau dikenal sebagai Ayam Peacock Chinquis atau Peacock Burma, adalah burung nasional Myanmar (Burma) dan berasal dari hutan tropis Burma, Thailand, dan Asia Tenggara. Polyplectron bicalcaratum tersebar di hutan dataran rendah dan bukit di Bangladesh , India Timur Laut , dan Asia Tenggara , tetapi tidak termasuk sebagian besar Indocina serta seluruh Semenanjung Malaya .

Grey peacock pheasant termasuk jenis peacock pheasant yang paling banyak ditemui di penangkaran. Mereka terkenal bandel, tahan cuaca dan penyakit dan mudah berkembang biak. Karakter mereka yang tenang dan tidak agresif sehingga banyak disukai para pecinta ayam hias.

Panjang tubuh pejantan bisa mencapai 80 cm termasuk ekor indahnya. Sedangkan betina lebih kecil tanpa bulu ekor yang indah. Namun betina juga memiliki marking di bulu sayap yang mirip dengan jantannya.

Di Indonesia sudah ada beberapa peternak yang sukses mengembangkan jenis pheasant grey peacock ini. Namun karena populasi belum banyak, harga grey peacock pheasant masih relatif tinggi. Dari salah satu web Petstore.id yang men jual ayam hias grey peacock pheasant dengan mematok harga 35 juta rupiah. Mungkin anda akan beruntung mendapatkan discount khusus di petstore.id

 

2. Palawan Peacock Pheasant

Palawan peacock pheasant ( Polyplectron napoleonis ) adalah burung berukuran sedang dengan ukuran panjang sampai 50 cm. Lebih kecil dari grey peacock pheasant. Mereka adalah endemik Filipina, burung merak Palawan ditemukan di hutan lembab Pulau Palawan di bagian selatan kepulauan Filipina .

Palawan peacock pheasant

Pejantan dewasa memiliki bulu yang sangat indah. Didominasi warna biru metalik yang mencolok. Ocelli atau marking pada bulu ekornya pun berwarna biru terang. Sangat mengesankan melihat palawan peacock pheasant jantan yang sedang  birahi merayu betinanya.

Sedangkan betina sama sekali tidak berwarna. Mirip dengan jenis pheasant yang kebanyakan betina berwarna buruk, tidak menarik. Ukuran betina lebih kecil dari pejantan.

Anakan palawan peacock pheasant berwarna mono seperti induk betinanya. Mereka baru akan muncul bulu dewasa setelah 7-9 bulan. Di Indonesia masih sangat sedikit kolektor yang memiliki jenis ini. Anda mungkin harus pesan ke importir ayam hias untuk mendapatkan palawan peacok pheasant.

 

3. Malayan Peacock Pheasant

Malayan peacock-pheasant (Polyplectron malacense) juga dikenal dengan crested peacock-pheasant. Mereka tersebar di semenanjung Melayu,Pada suatu waktu, spesies ini tersebar luas di Malaysia dan Thailand , dan dilaporkan dari Myanmar selatan , Sumatra , dan Singapura, tapi mungkin tidak pernah terjadi di dua bekas setidaknya di masa bersejarah. Sejak itu lenyap dari sebagian besar wilayah jajahannya, dengan populasi yang tersisa terkurung di dataran rendah Malaysia tengah, mungkin meluas ke Thailand.

Malayan Peacock Pheasant

 

Spesies ini hampir mirip dengan kuau kerdil Indonesia. Hanya saja warnanya lebih gelap. Sekilas tidak ada beda antara Malayan dengan Bornean peacock pheasant.

Jenis ini belum bayak dikembangkan di Indonesia. Hanya beberapa gelintir kolektor ayam hias yang memilikinya. Jika anda menginginkan jenis ini anda bisa menghubungi importir ayam hias.

 

4. Bornean Peacock Pheasant

Sesuai namanya, jenis ini berasal dari pulau Kalimantan (Borneo). Tidak heran jika ukuran dan warnanya mirip dengan Malayan Peacock Pheasant karena seperti kita ketahui, Malaysia berbatasan dengan Kalimantan. Mungkinkah Bornean peacock hanya subspesies atau bahkan mutasi dari Malayan peacock pheasant ?

Kuau Kerdil

Polyplectron schleiermacheri adalah nama latinnya. Ukurannya 50 cm sama persis dengan jenis malayan. Warna yang lebih terang dengan bulu leher putih yang membedakan antara bornean dengan malayan peacock pheasant.

Orang setempat (Kalimantan) menyebutnya kuau raja. Burung atau ayam kuau adalah sebutan lain ayam pegar. Spesies ini sudah jarang ditemukan di hutan kalimantan. Statusnya dilindungi undang-undang. Untuk memilikinya harus mendapatkan izin dari dinas terkait yaitu BKSDA di bawah Kementerian KLHK.

Sepengetahuan kami, belum ada penangkar resmi yang memiliki Kuau kerdil ini. Bahkan hingga Kebun Binatang, Zoo, Mini Zoo dan lembaga konservasi masih sedikit yang mengoleksi Bornean Peacock Pheasant.

Mengenal jenis peacock pheasant kuau kerdil asli Indonesia sehingga anda bisa berperan serta dalam konservasi. Menjaga habitat mereka dengan baik, atau ingin menangkarkan dengan izin tentunya. Budidaya ayam pheasant masih memiliki prospek yang sangat baik, mengingat belum banyak penangkaran apalagi untuk jenis yang dilindungi.

5. Bronze Tailed Peacock-Pheasant

Bronze-tailed peacock-pheasant (Polyplectron chalcurum) juga dikenal sebagai Sumatran peacock-pheasant. Habitat asli mereka tersebar di seluruh hutan pulau Sumatra. Panjangnya 56 cm sedikit lebih panjang dari Bornean dan malayan peacock pheasant.

Bronze tailed peacock-pheasant

Dari segi warna dan keindahan, jenis ini kurang disukai oleh penghobi atau pecinta ayam hias. Warna bulu coklat geap dengan bintik-bintik putih. Ocelli atau mata bulu ekor pada jantan berwarna hijau mengkilap. Namun tidak seindah grey atau palawan peacock pheasant. Warna dan markingnya mirip dengan Mountain Peacock Pheasant dari Malaysia.

Uniknya orang setempat juga meyebutnya kuau kerdil, nama yang sama untuk jenis bornean. Jenis ini masuk kedalam jenis Tumbuhan Dan Satawa Liar yang dilindungi undang-undang berdasarkan Permen P. 106 tahun 2018. Sehingga untuk mengoleksi kuau kerdil sumatra terlebih dulu anda harus mengantongi izin penangkaran dari BKSDA.

Mengenal jenis peacock pheasant asli Indonesia memberikan anda wawasan, sehingga anda bisa lebih hati-hati dalam memelihara satwa langka.

 

6. Mountain Peacock-Pheasant

Mountain peacock-pheasant (Polyplectron inopinatum) juga dikenal dengan Rothschild’s peacock-pheasant atau mirror pheasant. Memiliki panjang  65 cm , bulu coklat tua dengan  ocelli kecil pada ekor pejantan yang panjang. Jantan dan betina terlihat sama hanya panjang betina lebih pendek dan tanpa ocelli di ekornya.

mountain peacock pheasant

Sama halnya antara bornean dengan malayan, Mauntain peacock-pheasant ini juga hampir tidak ada bedanya dengan Bronze Tailed dari Sumatera. Meskipun sempat di anggap 1 spesies namun penelitian selanjutnya mereka dinyatakan sebagai spesies yang berbeda.

Ayam ini pemalu dan sukar ditangkap, mountain peacock pheasant didistribusikan dan endemik ke hutan pegunungan di Semenanjung Melayu pusat . Karena hilangnya habitat yang berkelanjutan, ukuran populasi yang kecil dan jangkauan terbatas, burung merak gunung dievaluasi sebagai Rentan pada Daftar Merah Spesies Terancam Punah IUCN. Itu tercantum pada Lampiran III CITES di Malaysia.

7. Hainan Peacock-Pheasant

Hainan peacock-pheasant (Polyplectron katsumatae) adalah burung terancam punah yang berasal dari pulau Hainan, Cina.  Bentuk dan warnanya sangat mirip dengan grey peaccock pheasant. Sampai sekarang mereka dianggap sebagai subspesies dari Polyplectron bicalcaratum.

Hainan Peacock pheasant

Karena populasinya yang menurun drastis, mereka dimasukkan kedalam spesies yang sangat ternacam punah dan dianggap sebagai spesies burung cina yang paling langka.

8. Germain’s Peacock Pheasant

Germain’s peacock-pheasant (Polyplectron germaini) adalah ayam pheasant endemic Indochina. Ayam ini berukuran sedang, panjangnya sekitar 60 cm, warna bulu pekat gelap kecoklatan dengan buff bertotol halus, jambul pendek, kulit wajah merah polos, iris coklat dan ocelli biru keunguan pada bulu unggas bagian atas dan setengah ekornya yang terdiri dari dua puluh bulu. Kedua jenis kelamin sama. Betina memiliki delapan belas ekor bulu dan lebih kecil dari jantan.

germain's peacock-pheasant

Germain’s peacock pheasant adalah endemik di Indocina selatan . Ini ditemukan di hutan tropis musiman di Vietnam tengah-selatan dan Kamboja timur jauh ; dapat ditemukan dengan mudah di Taman Nasional Cat Tien . Betina biasanya bertelur dua putih telur krem.

Karena hilangnya habitat yang berkelanjutan dan kisaran terbatas, burung merak Germain dievaluasi sebagai Hampir Terancam pada Daftar Merah Spesies Terancam IUCN. Itu tercantum pada Lampiran II CITES .

Demikian tadi uraian di atas untuk lebih mengenal jenis peacock pheasant. Sehingga anda dapat menentukan  jenis mana yang akan anda koleksi. Beberapa jenis pheasant Indonesia statusnya dilindungi sehingga anda harus mengurus izin penangkaran sebelum memilikinya.

Dengan mengenal jenis peacock pheasant anda dapat memulai usaha penangkaran ayam pheasant. Karena sampai saat ini ayam pheasant masih menjadi idola di kalangan pecinta ayam hias. Dari karakter produksinya yang musiman, kami yakin jika harga peacock pheasant tetap akan bertahan lama.

Share
error

Subscribe Untuk Update Artikel dan Tips2 Terbaru Yang Akan Dikirim Otomatis ke Alamat Email Anda.