Burung Unta, Ayam Apa Burung Sih ?

Burung unta atau Ostrich yang memiliki nama latin Struthio camelus adalah unggas besar yang masuk class Aves. Kalau di luar negeri tentu saja aves diterjemahkan sebagai burung. Meski memiliki sayap namun burung ini tidak bisa terbang. Mereka hanya bisa berlari bahkan tidak bisa meloncat. Trus kembali ke pertanyaan, burung unta itu ayam atau burung sih ?

Burung Unta

Tentu saja kembali lagi ke selera masing-masing. Apa yang membedakan antara ayam dengan burung ? Jika menurut kami simple saja. Meski sama-sama bertelur, antara ayam dengan burung memiliki perlakuan yang berbeda saat menetas. Anakan burung membutuhkan induknya untuk menyuapi makanan. Sedangkan anakan ayam tidak perlu induknya untuk menyuapi. Dengan kata lain, anakan ayam begitu menetas sudah langsung dapat mandiri, sedangkan anakan burung tidak. Meskipun tidak ilmiah, itulah perbedaan antara ayam dengan burung.

Anakan Burung Unta

Indukan burung onta akan bertelur dan mengerami telurnya selama 42 hari. Begitu menetas anakan ostrich ini akan langsung bisa berjalan dan mencari makan. Meskipun demikian, induknya akan mengawal dan melindungi mereka. Seperti halnya ayam yang mengasuh anak-anaknya.

Meski demikian tidak ada yang menyebut mereka ayam unta. Burung unta adalah terjemahan bebas dari Ostrich Bird. Tidak ada yang protes tentang hal ini.

Sedikit Mengenal Burung Unta

Sebagian besar jenis ostrich ini berasal dari benua Afrika. Mereka juga ditemukan di Semenanjung Arab namun dinyatakan punah pada 1966. Mereka menyebar ke berbagai benua, dibawa para kolektor dan atau pemerintah untuk dikembangkan. Bahkan di Australia mereka dibiarkan liar sehingga membentuk koloni sendiri.

Populasi di alam asalnya berkurang drastis akibat perburuan baik telur maupun anakannya. Karena itu status konservasi menyatakan burung ini di alam liar Afrika dilindungi. Namun tidak untuk burung unta yang berada dipeternakan.

Telur Burung Unta

Manfaat Burung Unta

Karena termasuk unggas yang mudah di budidaya, burung ini banyak di ternak di berbagai negara. Daging, Kulit, dan bulunya merupakan komoditas export. Meski tidak semua suka dengan dagingnya yang menurut kami agak “apek” atau “penguk”. Namun daging burung onta ini banyak dipesan kebun binatang untuk makanan harimau, singa dan binatang buas lainnya.

Sedangkan kulit dan bulu burung onta digunakan untuk berbagai kebutuhan fashion. Dibuat menjadi tas, dompet, jaket dan sebagainya.

Dengan demikian ternak burung ini masih menjadi peluang usaha yang bagus. Namun perlu diperhatikan sumber makanan di sekitar area budidaya. Karena burung besar ini porsi makannya sama dengan kuda. Jika mengandalkan makanan pabrik ya pasti bangkrut. Namun jika bisa memanfaatkan makanan gratis dari alam pasti menguntungkan.

Harga Burung Unta

Di Indonesia sendiri sudah banyak yang memelihara burung raksasa ini. Terutama tentu saja para kolektor atau pecinta binatang. Seperti Irfan Hakim dan Alshad Ahmad. Keponakan Rafi Ahmad yang juga pemilik harimau benggala ini memiliki beberapa pasang ostrich. Mungkin diternakkan untuk makanan harimaunya ya ?

Namun yang terbukti berhasil membudidayakan ostrich sepertinya baru Palembang Bird Park. Beberapa waktu lalu burung unta milik Alshad Ahmad memang sudah bertelur. Namun sayang belum fertil.

Sehingga anakan burung unta masih harus di import dari luar. Harga anakan burung unta berkisar 10 hingga 15 juta rupiah tergantung usia. Sepertinya masih masuk akal karena dibanding harga ayam hias yang lain gak begitu jauh. Apalagi ini termasuk hewan langka di Indonesia yang masih belum banyak pemiliknya.

Share

Subscribe Untuk Update Artikel dan Tips2 Terbaru Yang Akan Dikirim Otomatis ke Alamat Email Anda.